Selasa, 23 September 2014

USIA



Apa yang membuat badan yang semula tegak, tegap, gagah nan perkasa kini melemah renta tak berdaya?. Seolah lesu, hilang tenaga, habis energi, terkuras daging yang dulu menyelimuti tubuh hingga tinggi besar berisi. Kini hilang semua, lenyap dan pergi entah kemana. Hingga lalu yang ada hanya tubuh renta dengan jalan membungkuk, kulit muka mengendur, kurus penuh keriput dan tongkat kayu sebagai penyangga.

Tak lagi bisa berdiri lama, bicara lantang dan kencang, tajam menatap, sampai keras membentak. Semua itu hilang dan berada pada satu masa, saat usia telah menjadi tua  dan renta. Hilang sudah segala kegagahan dahulu kala, terbang lenyap bersama sakit dan penyakit yang sering datang lalu pergi sebentar dan kembali lagi. Sampai tubuh sering sakit tanpa sebab kemudian melemah sendiri, lesu tak berdaya dan akhirnya merasa sepi tak lagi berarti.

Usia yang menyebabkan kaki tak lagi bisa menopang tubuh untuk berdiri lama, usia yang menjadikan hilang gagah diri, usia yang membuat raga berubah keriput, usia pula yang  menjadikan sehat kini lebih sering sakit. Usia berjalan cepat, tak berargo tapi tanpa sadar sering membuat shock, karena tak terasa sudah begitu banyak angka yang terlewat. Tak sadar atau sengaja tak diingat. Usia selalu bertambah setiap tahun, selalu begitu, selalu seperti itu kecuali kiamat lebih dulu atau maut datang tanpa beri tahu.

Tapi tak semua manusia mau menerima usia tua dalam hidupnya. Sampai lalu segala kimia ditusuk masuk guna mencegah keriput, menghalau renta agar tak tampak merata. Tak semua yang sudah tua mau mengakui ketuaannya, memahami ada batas di depan, dimana ada garis finish akan jatah hidupnya di dunia, yang menunggu di kejauhan tanpa beri kabar dulu. Sayangnya tak semua yang menua itu tahu tentang ini, untuk peduli lalu sadar diri mempersiapkan semuanya, sebelum sampai pada garis finis itu (mati).

Usia tak bisa dilawan, apalagi ingin menghentikan usia agar tak selalu bertambah setiap tahun, berharap bisa muda selalu dan selamanya. Waktu berputar ke depan tak bisa diulang apalagi minta diperpanjang. Tak akan bisa kau menghentikan waktu yang terus berjalan kecuali jika jam dinding di rumahmu mati tak ada baterai.

Maka usia adalah sinyal alami dari Illahi bahwa tak ada kata abadi, karena akan ada mati nanti, jika tak minggu ini mungkin bulan nanti, jika tak juga mungkin saja tahun nanti atau jangan-jangan hari ini.
Wallua’lam bishoab



Tidak ada komentar: