Rabu, 18 Maret 2015

TIPS MAKSIMAL IBADAH UMROH




Kesempatan berada di tanah haram, kota suci jangan sampai disia-siakan begitu saja. Tentu nggak mau dong udah jauh-jauh kesana tapi ibadah yang dilakukan masih standar saja. Cuma sedikit nambahnya, misal yang tadinya hanya shalat wajib ditambah qabliyah dan ba’diyah. Selebihnya? Belanja, belanja, belanja. Sayang banget…. Hehehe

“Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid lainnya selain masjidil Haram” (HR. Bukhori no. 1190 dan Muslim no. 1394)

Berikut ini ada tips kece biar bisa maksimal ibadah selama berada di Makkah dan Madinah, karena nggak sebulan sekali, setahun sekali bahkan lima tahun sekali kita bisa kesana lagi jadi jangan disia-siakan kesempatan emas bin berlian ini. Silahkan disimak :

1.      SEDEKAH
Kalau uang buat belanja oleh-oleh aja udah kamu siapin, masa uang buat sedekah ga disiapin selama umroh. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi nggak ada yang namanya kotak amal. Jadi kalau mau sedekah itu bisa pakai metode dengan memberi amal ke pekerja cleaning service disana. Banyak loh orang Indonesia yang bekerja di masjidil haram dan nabawi.

Kalau  yang mau di atas standar cara sedekahnya, kamu bisa coba dengan bagi-bagi kurma selama di Masjidil Haram atau Nabawi. Bahkan ada yang bagi-bagi coklat juga loh. Oiya kalau hari Jumat yang sedekah di masjidil Haram atau Nabawi itu lebih banyak, karena fadilahnya akan lebih berlipat jika dilakukan di hari Jum’at. Ada yang bagi-bagi kurma sama jamaah yang habis thawaf atau ke jamaah yang sedang duduk santai di pelataran luar masjid untuk menunggu azan. Selain itu juga ada yang kasih teh hangat aseli negara asal mereka. Terutama menjelang azan pas shaum senin atau kamis, Lumayanlah ya buat menghangatkan perut sambil menunggu azan, karena memang anginnya dingin banget disana. Walau rasanya agak-agak kecut gimana gitu, minumnya sambil senyum aja ya guys hehe…

Ada yang nggak kalah kece nih, sedekah tasbih karena tasbih itu benda bukan makanan jadi  manfaatnya akan lebih lama, maka saat tasbih itu dipakai pahalanya pun mengalir buat yang kasih. Ada juga yang wakaf Al-Quran, untuk disedekahkan ke Masjidil Haram atau Nabawi. Ini bagus banget. Tapi mesti hati-hati banget loh saat membeli Al-Qur’an, karena Al-Qur’an yang berjejer di rak masjid nabawi dan masjidil haram itu selalu di sortir setiap harinya oleh petugas. Nggak sembarang cetakan Al-Qur’annya, jika bukan berasal dari percetakan resmi dan asli maka akan digudangkan oleh petugas. Sayang banget kan? 

Terakhir ada sedekah paling simple. Sedekah senyum, hehe… ini nggak perlu keluar uang untuk melakukannya, murmer alias murah meriah. Kamu cukup tarik ujung bibir tiga cm ke kiri dan ke kanan. Berikan senyum termanismu pada orang yang kau temui, tapi jangan keki ya kalau senyummu tak dibalas. Tetaplah saja tersenyum, karena senyum adalah bahasa universal yang mampu merekatkan persaudaraan walau tak kenal sekalipun.

2.      KHATAM AL-QUR’AN

Kalau standar Ramadhan khatam al-Qur’an itu 30 hari dengan 30 juz. Maka bisakah kita membaca untuk khatam Al-Qur’an dalam waktu 9 hari selama umroh di Madinah dan Makkah? Jawabannya BISA!. Sehari berarti mesti tiga - empat juz yang harus diselesaikan. Ya kira-kira tiga jam waktu yang dibutuhkan. Masih ada 21 jam untuk kamu bebas beraktivitas.  Simple! Jangan dibawa ribet duluan, jalanin saja dan nikmati kemudahan dariNya saat kau mengutamakan Allah maka Allah pun akan mengutamakanmu.  Siasati dan atur waktunya seefektif mungkin supaya target bisa tercapai.

3.      THAWAF SUNNAH

Jika kamu sudah selesai melakukan rukun umroh (Ihram> miqot > Thawaf > Sai > Tahalul), maka tak ada salahnya jika kamu melakukan thawaf sunnah. Waktunya nggak ditentuin, alias bebas saja. Thawaf sunnah ini ialah kita berkeliling kakbah sebanyak tujuh kali, di luar rukun umroh. Ibadah thawaf itu Cuma berhenti saat shalat berjamaah saja, selebihnya terus hidup berputar 24 jam bahkan dini hari sekalipun masih ramai. Terutama malam Jum’at, jamaah akan lebih banyak dan padat, baik yang melakukan umroh ataupun sekedar thawaf sunnah.


4.      I’TIKAF
Sayang kalau selama di Makkah atau Madinah kita Cuma shalat wajib dan sunnah sebentar lalu balik ke hotel. Nggak sampai sejam udah ngacir ke hotel, terutama yang hotelnya deket alias nempel sama masjid. Maka godaannya pun akan lebih berat, faktanya ada loh yang sholatnya di lobi hotel, mau cari gampangnya aja. Nggak mau capek-capek ke dalam masjid, karena kasur hotel nan empuk sudah membayang-bayangi untuk santai dan tidur-tidur lucu. Hehe….

Tapi ada jamaah yang hotelnya berjarak lumayan jauh dari masjid, mereka memilih shalat dzuhur, ashar lalu nyambung ke maghrib dan isya baru mereka balik ke hotel. Nanti subuhnya baru kembali lagi ke masjid. Kalian juga bisa untuk memilih bermalam di masjidil haram atau masjid nabawi. Untuk I’tikaf, tahajud, shalat malam dan ibadah lainnya, karena aktivitas jamaah di dalam masjid itu 24 jam. Nggak pernah ditutup atau dikunci, selalu terbuka lebar.

5.      DZIKIR
Baiknya kita selalu memakai cincin dzikir saat di sana, dipakai untuk berdzikir agar waktu selama di sana kita nggak mikir aneh-aneh. Kadang kalau tak ada alat yang dipegang ditangan untuk berdzikir, tiba-tiba baru dapet sedikit udah kelupaan karena pikiran udah kemana-mana cabangnya. Jadi memakai alat bantu seperti counting dzikir berbentuk cincin ini sangat membantu supaya pikiran kita bisa fokus.

6.      BERDOA

Inti dari semuanya adalah kembali pada Allah SWT. Kita berada di Makkah dan Madinah bisa melaksanakan ibadah umroh adalah atas izinNya dan kehendakNya. Ngggak main-main loh, karena memang yang menggerakkan hati manusia ya pemilik hati alias yang menciptakan manusia seutuhnya. Jadi apapun terjadi pasti atas izin dan kuasaNya.

Maka mintalah sama pemilik hati dan ruh ini untuk mau membantu kita supaya bisa maksimal melakukan ibadah-ibadah selama disana. Baik umroh, shalat, tadarus, sedekah, dzikir, I’tikaf dan lain-lainnya. Minta sepenuh hati dan khusyuk, agar Allah mau mengizinkan serta memudahkan gerak hati dan langkah kaki kita untuk maksimal melaksanakan ibadah.

Oiya kalian juga bisa membuat daftar/list doa di kertas. Menuliskan daftar keinginan dan hajat yang bisa kalian baca saat berdoa di tempat-tempat mustajab. Guna menuliskannya adalah agar kita tidak lupa atau terlewat menyebutkan doa yang kita ingin sampaikan. Ada tiga tempat mustajab di sana (Raudoh “maqam Rasul”di Masjid Nabawi, Hijr Ismail “Maqam Ismail” di samping kakbah yang berbentuk setengah lingkaran,  Multazam “Pintu Kakbah”).

Jangan lupa untuk meminta diberi kesehatan selama berada disana karena kalau sakit tentunya, kita tak akan bisa melaksanakan ibadah umroh ini dengan maksimal, karena kesehatan adalah kunci utamanya. Tapi kalau sakitnya flu-flu dikit lawan saja, sambil didoping dengan susu, kurma, air putih yang banyak dan vitamin juga makan yang banyak insha Allah bisa kembali bugar. 

Selamat beribadah Umroh sahabat, moga bisa maksimal dan mabrur umrohnya ^_^