Rabu, 10 September 2014

TAMU TAK DI UNDANG



Alkisah ada orang kaya raya yang tengah asyik sarapan di meja besarnya. Aneka masakan hadir di sana, mulai dari ikan, daging, susu lengkap tersaji. Dengan tenang dan ceria, hawa bahagia penuh suka ia melahap segala makanan yang tersedia di depan mata. Namun, betapa kaget dan tersentaknya  dia, karena tiba-tiba saja hadir seseorang berbadan tinggi besar, tegak berisi berdiri di depan matanya. Dengan lantang orang tersebut mengucapkan salam.

“Assalamu’alaikum…” 

“Si siapa anda?!”

“Saya adalah malaikat Izroil, berdasarkan buku catatan saya, nama anda berada pada urutan pertama untuk dicabut nyawanya hari ini”

“Apa!?”

Tersentaklah si orang kaya ini, tak ada lagi selera makan. Nafasnya seperti tersendat di tenggorokan, matanya menjadi kering tak bisa mengedip. Akankah dia mati hari ini? Otaknya berputar mencari jalan keluar.

“Tapi , izinkanlah saya mengajukan satu permintaan sebelum dicabut nyawa”

“Baik, apa permintaannya?”

“Izinkan saya menghabiskan makan saya hari ini dan tuan malaikat untuk ikut serta menemani saya makan sebelum saya mati”

Sampai kemudian malaikat izroil ini setuju dan ikut duduk bersama  di meja makan. Lalu si orang kaya ini pun pergi ke dapur untuk mengambilkan minum. Ide aneh nan licik merajai pikirannya yang kalap. Sebungkus obat tidur ia masukkan ke dalam teh dan makanan yang dibuat untuk malaikat izroil. Lima menit kemudian tanpa curiga, malaikat ini pun tertidur setelah makan dan minum. 

Melihat kesempatan di depan mata, maka si orang kaya ini pun segera mengambil buku catatan yang dibawa malaikat izroil ini. Namanya pun segera dia hapus dan ditaruhnya pada urutan yang paling terbawah.

Tak lama akhirnya malaikat izroil pun terbangun dan kembali sadar akan tugasnya untuk mencabut nyawa si orang kaya ini.

“Baiklah karena anda sudah berbuat baik dengan menjamu saya hari ini. Maka saya memutuskan untuk tak jadi mencabut nyawa pada urutan paling teratas. Tapi saya akan mencabut nyawa manusia mulai dari urutan paling terbawah”

WAKWAWWW…..

Kisah di atas hanyalah sebuah anekdot tentang mati. Tentang maut yang tak bisa dilawan, tentang mati dan kemisteriusan waktu yang telah ditentukanNya. Sesungguhnya tak akan ada yang mampu mencegah maut datang menjemput. Walau  bersembunyi di benteng dan gua terdalam pun, maut tetap datang tepat pada waktu yang sudah digariskan olehNya.



Tidak ada komentar: