Rabu, 19 Februari 2014

Cinta Lama Belum Kelar






Cinta Lama Belum Kelar


Sore hari menjelang maghrib
Ku dengar ada sebuah cerita cinta yang lama  kini bersemi kembali
Ditambah nuansa mendung dengan matahari senja yang sendu
Membuat cerita ini semakin merdu walau tak ada alunan musik sebagai pengiringnya
Kembali ke tujuh tahun yang lalu
Dua manusia saling menyukai memendam rasa simpati di hati
Tak berani diumbar apalagi diungkap hanya dia dan pemilik hatinya yang tahu
Sampai kemudian kasih itu tak sampai ia tak bertepi pada seseorang yang dicintainya
Namun ia bermuara dengan jodohnya masing-masing dan bukan yang disukainya
Walau kelamaan waktu berjalan rasa cinta dan suka itu hadir menemani
Sampai kemudian sebuah firasat datang dalam mimpi di tengah malam bukan padanya saja tapi ia pun sama tiba-tiba terpikirkan seseorang yang dulu pernah disuka
Ternyata salah satunya tengah ditimpa musibah, firasat apa ini yang membawa keduanya pada satu bunga tidur yang sampai kemudian membawanya pada jalinan komunikasi yang intens saat ini.

Mengulang cerita, membuka rahasia, mengungkap asa, mengumbar suka, menderai  tawa, memberi warna, menaruh simpati sampai kemudian adalah sesal yang ada dan berandai  kalaulah waktu bisa diulang kembali.

Adakah yang salah dengan ini??
Tak ada yang salah dengan suka apalagi cinta
Tak ada yang melarang untuk suka apalagi cinta
Tak ada orang yang tak ingin disukai apalagi dicintai
Tak ada bahkan semua ingin terlebih jika itu adalah orang yang selama ini dituju dan dikagumi

Semua adalah rasa ketika kagum bertemu simpati kemudian menjadi suka dan jika cocok berubah cinta. Rasa yang diberikanNya untuk manusia yang dikasihiNya, memang sudah direncana bahwa manusia ada dicipta untuk memberi warna bukan hanya duka tapi juga suka, yang kemudian membawa pada sebuah pilihan antara kesedihan atau kebahagiaan. Namun ….

Adalah baik jika itu baik
Adalah tidak baik  jika itu tidak baik

Maka jangan dibiarkan yang sejak awal tidak baik berlarut terus menerus sampai kemudian ditutupi berharap berubah menjadi benar dan dibenari kelakuannya.

Maka yang ada adalah berharap bisa mengubah warna antara hitam berharap menjadi putih, merah menjadi biru, kuning menjadi hijau, pink menjadi hitam.
Sampai kemudian yang ada adalah warna kelabu tak cerah apalagi ceria tapi sendu karena meragu dan tergugu karena ada salah yang ditutupi disitu. Dan datanglah resah bukan tenang apalagi damai tapi sebuah rasa gelisah karena memilih yang tak disukaiNya.

Tidak ada komentar: